15 Juli 2022

,

BUBU DAN BUWUH: PERLUKAH ADA KEDUA-DUANYA?

Anda pasti tahu kata bubu. Yah, salah satu alat tangkap ikan. Namun bukan ini yang akan kita bicarakan saat ini. Bubu yang merupakan homonim dari bubu sebelumnya. Bubu yang merupakan serapan dari bahasa Madura. Bubu tersebut berarti “memenuhi undangan seseorang dengan memberi sejumlah uang sebagai bentuk sumbangan” (Tim Penyusun KBBI Edisi Kelima, 2016). Kata asli dalam bahasa Maduranya adalah bhubu, dengan konsonan suku pertama mengandung bunyi aspirat yaitu [bhu]. Kata ini janggal karena serapan tersebut dimasukkan ke dalam bahasa Indonesia dalam bentuk verba. Padahal, dalam bahasa Madura kata ini termasuk kategori nomina. Bentuk verbanya abhubu. Dalam bahasa Indonesia *berbubu.

Sekilas tidak ada kejanggalan lagi. Namun jika ditilik lebih lanjut, kata bhubu ini merupakan serapan dari bahasa Jawa buwuh (Tim Balai Bahasa Yogyakarta, 2011:83). Kata buwuh ini juga diserap ke dalam bahasa Indonesia. Secara semantis, baik kata buwuh dalam bahasa Jawa maupun bhubu dalam bahasa Madura masih berarti sama yaitu sumbangan berupa uang atau barang yang diberikan undangan (yang hadir) sebagai hadiah pada hajatan pesta pernikahan.


Daftar Rujukan

Tim Balai Bahasa Yogyakarta. 2011. Kamus Basa Jawa (Bausastra Jawa). 2nd ed. Yogyakarta: Kanisius.

Tim Penyusun KBBI Edisi Kelima. 2016. “KBBI V (Kamus Digital).”

Continue reading BUBU DAN BUWUH: PERLUKAH ADA KEDUA-DUANYA?

08 Juli 2022

,

SALEBBÂR: KITA JUGA BERBAHASA ARAB

Salebbâr. Kata ini bukan kata yang akrab dalam perbendaharaan kata di komunitas saya, Langkap Barat. Mulanya saya mendengar dari seorang ustaz, orang Pasuruan yang kebetulan berbahasa ibu bahasa Madura. Salebbâr lebih dikenal sebagai katok atau celana pendek dengan panjang di bawah lutut. Kata ini dibedakan dari calana yang berarti celana atau pantalon. Kata ini bersinonim lancèngan atau lancingan yang dalam bahasa jawa berarti sruwal atau katok (Tim Balai Bahasa Yogyakarta, 2011:418). Dalam bahasa melayu kata ini bersinonim dengan seluar. Bentuk tidak bakunya serual dan sarwal (Tim Penyusun KBBI Edisi Kelima, 2016). Berbeda dengan sruwal yang berarti celana pendek, seluar bisa berarti ‘celana, baik panjang maupun pendek’. Kata sarwal merupakan bentuk serapan dari bahasa Arab sirwāl yang berarti ‘celana panjang’ (Munawwir, 1997:629).

Jika diurutkan kemungkinan proses perubahan sebagai berikut:

sirwāl à sarwal

sarwal à sruwal (bahasa Jawa)

sruwal à serual

serual à seluar (mengalami meta tesis, yaitu pembalikan r dengan l)

seluar à seluwar*

seluwar* à selubar* (w menjadi b dalam bahasa madura)

selubar* à salebbâr

Proses tersebut, tentunya, hanya perkiraan.

 

Rujukan

Munawwir, Ahmad Warson. 1997. Al-Munawwir: Kamus Arab-Indonesia Terlengkap. Surabaya: Pustaka Progressif.

Tim Balai Bahasa Yogyakarta. 2011. Kamus Basa Jawa (Bausastra Jawa). 2nd ed. Yogyakarta: Kanisius.

Tim Penyusun KBBI Edisi Kelima. 2016. “KBBI V (Kamus Digital).”

Continue reading SALEBBÂR: KITA JUGA BERBAHASA ARAB

01 Juli 2022

KADRUN: ANTARA POLITIK DAN AGAMA

 A. Asal

Kadrun merupakan singkatan dari kadal gurun. Berdasarkan pencarian di media sosial Facebook, kata kadrun paling awal ditemukan pada bulan 28 September 2019. Di Twitter kata kadrun mulai muncul pada Desember 2019.

Istilah ini diciptakan oleh Denny Siregar (DS), seorang pegiat media sosial, tahun 2019-an. Nama tersebut merupakan balasan terhadap tudingan PKI, liberal, Syiah dan kemudian BuzzerRp yang dialamatkan pada Denny Siregar cs. DS menyebutkan bahwa kadrun berarti hal-hal berikut.

 

1. Neo Khawarij yang ditujukan untuk pemaham-pemaham agama yang kaku (Sadikin 2022).

Dalam terminologi ini dimasukkan golongan seperti HTI, sekte Wahhabi atau Salafi, dsb. yang datang ke Indonesia dengan konsep gerakan Islam transnasional. HTI datang dengan konsep khilafah yang dipropagandakan sebagai konsep bernegara terbaik. HTI sering menyebut negara yang tidak berlandaskan islam dengan kata toghut. Lembaga HTI resmi dilarang sejak 19 Juli 2017.

Tidak seperti HTI yang menggunakan metode hegemonik dalam penyebaran ide, sekte Wahhabi identik dengan kekerasan. Sebenarnya, menurut  Sahrasad et al. (2019:68-9) wahhabisme dibagi menjadi 3 golongan: Wahhabi Shururi, Jihadi Wahhabi, dan Takfiri Wahhabi. Dua yang terakhir yang dianggap menjadi ajaran dari al-Qaeda dan ISIS.

 

2. Kelompok intoleran (Fahlevi 2022).

Kelompok intoleran ini sering ditunjukkan dengan golongan yang “anti-agama” lain. Kasus terbesar dari kelompok ini adalah kasus demo Ahok dengan gerakan 212. Kelompok ini diidentikkan dengan FPI dan simpatisanya.

 

B. Ulasan

Karena keluar pada masa pilpres, istilah ini sering diidentikkan dengan cebong dan kampret. Namun dilihat dari unsur kata, istilah kadal gurun tidak mengacu pada ikhwal pilpres. Kelompok ini tidak lagi melekat pada pendukung Prabowo dalam pilpres yang disebut kampret. Kelompok ini sering disemakan – selain dua di atas – untuk golongan yang mempolitisasi agama (Islam).

 

Rujukan

Fahlevi, Afditya Imam. 2022. “Apa Itu Kadal Gurun Alias Kadrun? Begini Penjelasannya.” Tagar.Id, April 14.

Sadikin, Rendy Adrikni. 2022. “Asal Muasal Label Kadrun, Ternyata Sosok Ini Penciptanya Hingga Viral.” Suara.Com, March 17.

Sahrasad, Herdi, Al Chaidar, and Dedy Tabrani. 2019. “Terrorism, Wahhabism and Islam (East)-West Dialogues: A Reflection from Indonesia.” Journal of Economic and Social Development 6(2):68–69.

Continue reading KADRUN: ANTARA POLITIK DAN AGAMA