19 Maret 2024

,

FORMALISME RUSIA

 A. Sekilas tentang Formalisme

Formalisme dikenal karena meluasnya strukturalisme. Formalism adalah cikal bakal strukturalisme. Formalisme, seperti juga struktualisme, bertujuan untuk mengeksplorasi secara khusus teks-teks dalam sastra. Formalisme menolak spiritualitas pincang yang menjadi aliran poetika romantis yang merupakan pendahulunya. Formalisme mengajukan sebuah pendekatan detil dan empiris dalam pembacaan sastra. (Selden, 1986: 6)
Formalisme merupakan gerakan sastra yang dimulai 1915-1930 di Rusia. Gerakan ini berawal dari berdirinya Lingkar Linguistik Moskow (Moscow Linguistic Circle) pada 1915 dan Opojaz (merupakan singkatan dari masyarakat/perkumpulan untuk studi bahasa poetika) pada 1916 (Selden, 1986: 7). Gerakan ini mengalami tekanan dari pemer
intah pada tahun 1930-an dan pindah ke negara Cekoslowakia (Abrams dan Harpham, 2009: 126). Tokoh yang terkemuka pada awal-awal formalisme adalah Boris Eichenbaum, Viktor Schlovsky, dan Roman Jakobson.

B. Tokoh-Tokoh Formalism dan Pendapatnya
1. Tomashevsky
Tomashevsky memulai dengan menegaskan bahwa prinsip yang menyatukan struktur fiksional adalah pikiran umum atau sebuah tema (Scholes, 1973: 76). Dengan kata lain sebuah karya fiksi dibangun berdasarkan sebuah gagasan umum yang kemudian diwujudkan menjadi sebuah karya.
Tema merefleksikan dua hal, lingkungan terdekat dari penulis dan kondisi kesastraan saat menulis. Hal yang pertama menunjukkan bahwa tema merupakan refleksi lingkungan dalam arti tanggapan terhadap fenomena yang muncul dalam lingkungan pengarang. Hal kedua adalah kondisi kesusastraan yang berhubungan dengan kepengarangan, misalnya ideologi pengarang, konvensi sastra pada saat itu dsb.
Semakin signifikan dan jangka panjang sebuah tema semakin baik jaminan keberlangsungan sebuah karya (Tomashevsky dalam scholes, 1973: ).Sebuah tema terdiri atas satuan-satuan tematik yang lebih kecil. (Scholes, 1973)Satuan yang tidak bisa dibagi lagi menjadi satuan yang lebih kecil disebut motif.
Dalam hubungan antar motif dikenal dua istilah, yaitu story (cerita) dan plot. Story adalah sejumlah motif yang tersusun secara kausal dan kronologis. Plot adalah susunan sejumlah motif yang sama yang diurutkan untuk menautkan rasa dan mengembangkan tema. Dengan kata lain, fungsi estetika plot, tepatnya, adalah membawa urutan motif menuju perhatian atau ketertarikan pembaca. prinsip urutan plot adalah motivasi. Motivasi mengompromikan antara realitas objektif dan tradisi sastra. Dengan kata lain realitas objektif yang dibangun dengan hukum estetik. Berikut diskusi-diskusi tomashevsky tentang motivasi (pemotivan).

1. Bermacam-macam motif (terikat dan bebas, statis dan dinamis)
2. Perbedaan nilai motif sehubungan dengan story & plot.
3. Jenis-jenis narator (serba-tahu, terbatas, & campuran)
4. Perlakuan terhadap tempat dan waktu
5. Jenis-jenis karakter/tokoh (statis & dinamis, positif & negatif)
6. Jenis-jenis sarana plot (konvensional dan bebas, nyata dan tidak nyata)
7. Relasi sarana-sarana ini pada dua gaya utama fiksional (natural & artifisial)

Daftar Pustaka
Abrams, M.H. dan Harpham, Geoffrey Galt. 2009. A Glossary of Literary Term: Ninth Edition. Boston: Wadsworth Cengage Learning
Scholes, Robert. 1973. Structuralism in Literature. New Haven and London: Yale University Press
Selden, RamIan. 1986. A reader’s Guide to Contemporary Literary Theory. Sussex: The Harvester Press

0 comments:

Posting Komentar